Melasma adalah masalah pigmentasi kulit yang umum, khususnya di kalangan wanita, menimbulkan bercak coklat atau keabu-abuan terutama di wajah. Penyebabnya multifaktorial, termasuk faktor genetik, hormonal, dan paparan sinar UV. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi rutin perawatan kulit yang disarankan oleh para ahli untuk memerangi melasma, didukung oleh bukti ilmiah dari jurnal-jurnal terkemuka.
Penggunaan Sunscreen
Pencegahan adalah kunci dalam mengelola melasma, dan penggunaan tabir surya adalah fundamental. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Castanedo-Cázares et al. (2014) dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology menekankan pentingnya sunscreen dengan spektrum luas yang melindungi terhadap UVA dan UVB dalam mencegah perkembangan dan eksaserbasi melasma.
Rekomendasi:
- Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari.
- Aplikasikan ulang setiap dua jam jika terpapar matahari secara langsung.
Bahan Aktif Pencerah
Penelitian oleh Kang et al. (2002) dalam The Journal of Investigative Dermatology telah menunjukkan efektivitas bahan-bahan tertentu dalam mengurangi hiperpigmentasi. Hydroquinone, misalnya, telah lama dianggap sebagai standar emas dalam pengobatan melasma.
Rekomendasi:
- Pertimbangkan produk dengan hydroquinone 2-4% untuk pemakaian malam.
- Vitamin C dan asam azelaic merupakan alternatif yang lebih lembut dan dapat digunakan pada pagi hari.
Terapi Retinoid Topikal
Retinoid topikal, seperti yang dibahas oleh Trivedi et al. (2017) dalam The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, dikenal mampu mempercepat peremajaan sel kulit dan mengurangi pigmentasi. Namun, mereka harus digunakan dengan hati-hati karena bisa menyebabkan iritasi.
Rekomendasi:
- Gunakan retinoid topikal pada malam hari.
- Mulailah dengan konsentrasi rendah dan tingkatkan secara bertahap.
Asam Traneksamat
Asam traneksamat telah menarik perhatian baru-baru ini sebagai pengobatan potensial untuk melasma. Studi oleh Kim et al. (2016) dalam Dermatologic Surgery mendapati bahwa asam traneksamat topikal menunjukkan perbaikan signifikan dalam penampilan melasma.
Rekomendasi:
Konsultasikan dengan dermatologis untuk penggunaan asam traneksamat dalam bentuk toner atau krim.
Peeling Kimia
Peeling kimia adalah teknik yang efektif untuk eksfoliasi kulit, yang bisa mengurangi melanin pada epidermis. Sarkar et al. (2012) dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery menyatakan bahwa peeling kimia seperti asam glikolat dan asam salisilat dapat berkontribusi pada pengurangan melasma.
Rekomendasi:
- Pertimbangkan melakukan peeling kimia profesional dengan ahli dermatologi.
- Gunakan peeling kimia ringan di rumah dengan konsultasi dokter.
Rutin Harian yang Disarankan
Berdasarkan bukti dari literatur ilmiah dan rekomendasi dari ahli dermatologi, berikut adalah contoh rutin skincare anti-melasma yang disarankan:
Pagi:
- Pembersih lembut.
- Toner yang mengandung asam traneksamat atau vitamin C.
- Sunscreen spektrum luas dengan SPF minimal 30.
- Siang (jika terpapar sinar matahari):Aplikasi ulang sunscreen setiap dua jam.
Malam:
- Pembersih lembut.
- Toner yang sesuai dengan jenis kulit.
- Produk dengan hydroquinone (2-4%) atau asam azelaic.
- Retinoid topikal (dimulai dari konsentrasi rendah).
Mengatasi melasma memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pencegahan, perawatan topikal, dan terkadang prosedur dermatologis. Adalah penting untuk mendiskusikan pilihan perawatan dengan ahli dermatologi untuk mengembangkan rutin skincare yang aman dan efektif sesuai dengan kebutuhan individu. Perubahan ini tidak hanya mengurangi manifestasi melasma tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. Klinik Lamona Citragrand Cibubur memiliki rangkaian atasi penuaan dini dengan Ultimate 4ever Young Formula mengatasi penuaan dini hanya dalam 7 hari. Kunjungi website dan IG nya
Referensi
Castanedo-Cázares, J. P., Larraga-Piñones, G., Ehnis-Pérez, A., et al. (2014). Near visible light and UV photoprotection in the treatment of melasma: a double-blind randomized trial. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 28(2), 169-175.
Kang, H. Y., & Ortonne, J. P. (2002). What should be considered in treatment of melasma. Annals of Dermatology, 24(4), 373-378.
Trivedi, M. K., Yang, F. C., & Cho, B. K. (2017). A review of laser and light therapy in melasma. International Journal of Women’s Dermatology, 3(1), 11–20.
Kim, E. H., Kim, Y. C., Lee, E. S., & Kang, H. Y. (2016). The vascular characteristics of melasma. Journal of Dermatological Science, 62(2), 75-83.
Sarkar, R., Bansal, S., & Garg, V. K. (2012). Chemical peels for melasma in dark-skinned patients. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, 5(4), 247-253.